Pintu gerbang Kelenteng Kwan Kong Manado
Pintu gerbang Kelenteng Kwan Kong Manado

Kelenteng Kwan Kong Manado sudah berdiri sejak tahun 1960an. Kelenteng ini didirikan dengan tujuan untuk memuja dewa Kwan Kong (Guan Gong) atau Kwan Sing Tee Koen.

Selain dewa Kwan Kong, terdapat juga tempat untuk memuja dewa dewi lainnya seperti Ma Co Pho, Hok Tek Chin Sin, Kwan Im (Guan Yin), Budha dan roh suci/dewa dewi lainnya.

Kelenteng ini terletak di jalan D.I. Panjaitan, Calaca, Manado. Semua umat beragama apa saja ataupun yang tidak beragama, akan dipersilahkan untuk datang ke kelenteng ini.

Patung Kwan Kong dengan Lo Tjia di Kelenteng Kwan Kong Manado
Patung Kwan Kong dengan Lo Tjia di Kelenteng Kwan Kong Manado

Kalian akan disambut pada saat masuk ke dalam kelenteng ini untuk bersembahyang atau hanya untuk melihat ruangan didalam kelenteng. Dupa dan lilin disediakan untuk dipakai bersembahyang.

Kwan Kong hidup dijaman dinasti Han sebagai dinasti imperial kedua pada tahun 206 BC sampai 220 AD. Kwan Kong mengabdikan hidupnya kepada negara. Kwan Kong dikenal sebagai jendral perang yang tangguh dan bijaksana serta menjunjung nilai kemanusiaan.

Air minum untuk acara sembahyang di depan patung Kwan Kong dengan Lo Tjia
Air minum untuk acara sembahyang di depan patung Kwan Kong dengan Lo Tjia

Di seluruh dunia, untuk orang China yang beragama/ menjunjung Taoisme, Confusius dan Budhist, mereka bersembahyang ke dewa Kwan Kong. Kita dapat melihat tempat sembahyang dengan dewa Kwan Kong yang diletakkan diruang usaha atau toko.

Lampu lampion merah di depan Kelenteng Kwan Kong Manado
Lampu lampion merah di depan Kelenteng Kwan Kong Manado

Di halaman depan kelenteng Kwan Kong dihias dengan lampu lampion merah yang sangat cantik ketika lampu dinyalakan pada malam hari dengan latar belakang gedung kelenteng yang megah.

PRASASI KWAN KONG SEBAGAI JENDERAL PERANG

Kwan Kong bertempur dengan Co Coh demi membela negara
Kwan Kong bertempur dengan Co Coh demi membela negara

Di dinding ini kita dapat melihat gambar Kwan Kong bertempur dengan Co Coh demi membela negara yang melambangkan: “Bertanggung jawab melaksanakan tugas dengan taruhan nyawa”.

Kwan Kong menghantar kedua iparnya dengan menempuh lima kota
Kwan Kong menghantar kedua iparnya dengan menempuh lima kota

Digambar ini Kwan Kong menghantar kedua iaprnya (istri dari Lau Pie) dengan menempuh lima kota dan menghalau 6 panglima dari Co Coh yang melambangkan: “Menjunjung kesetiaan dengan penuh keberanian”.

Tiga bersaudara melawan Lu Po yang tangguh tapi mengabdi pada atasan yang lalim
Tiga bersaudara melawan Lu Po yang tangguh tapi mengabdi pada atasan yang lalim

Pada gambar diatas kita dapat melihat tiga bersaudara melawan Lu Po yang tangguh tapi mengabdi pada atasan yang lalim. Ini melambangkan: “Bijaksana untuk memilih atasan”.

Gambar Kwan Kong berwarna emas di dinding yang disertai dengan beragam bendera
Gambar Kwan Kong berwarna emas di dinding yang disertai dengan beragam bendera

Inilah prasasti dengan arti kehidupan yang dilakukan oleh dewa Kwan Kong yang bisa kita ikuti dan teladanin sebagai umat manusia untuk dapat hidup damai dan tentram dengan sesama.

RUANGAN SEMBAHYANG KELENTENG KWAN KONG MANADO

Meja sembahyang Kwan Kong di bagian tengah ruangan
Meja sembahyang Kwan Kong di bagian tengah ruangan

Di dalam bangunan bagian depan kelenteng ini, terdapat tiga meja besar untuk memuja dewa dewi. Di bagian tengah dan menjadi bagian utama adalah meja sembahyang untuk dewa Kwan Kong.

Setiap hari, di meja besar ini disajikan kue kering serta minuman teh dan anggur. Pada saat upacara sembahyang, dimeja ini disajikan makanan, minuman, buah-buahan dan bunga.

Meja sembahyang Thian Sang Seng Boo (Ma Co Poh) di bagian sebelah kanan ruangan
Meja sembahyang Thian Sang Seng Boo (Ma Co Poh) di bagian sebelah kanan ruangan

Disamping meja sembahyang untuk dewa Kwan Kong, terdapat meja sembahyang Thian Sang Seng Boo (Ma Co Poh) yang terletak di bagian sebelah kanan ruangan. Seperti meja sembahyang dewa Kwan Kong, pada saat upacara sembahyang, dimeja ini disajikan makanan dan buah-buahan.

Meja sembahyang Hok Tek Chin Sin di bagian sebelah kiri ruangan
Meja sembahyang Hok Tek Chin Sin di bagian sebelah kiri ruangan

Meja sembahyang Hok Tek Chin Sin di bagian sebelah kiri ruangan yang pada saat upacara sembahyang, dimeja ini disajikan makanan dan buah-buahan.

Kain penutup meja yang di suji dengan gambar roh suci
Kain penutup meja yang di sulam dengan gambar roh suci

Semua meja sembahyang memakai kain penutup meja yang di sulam dengan gambar para roh suci. Sulaman ini mempunyai banyak intrikasi dengan memakai benang warna-warni.

KIO JUGA DIKENAL SEBAGAI PIKULAN

Patung dewa dan dewi di kio yang akan dibawa dalam upacara Cap Go Meh
Patung dewa dan dewi di kio yang akan dibawa dalam upacara Cap Go Meh

Pada hari upacara Cap Go Meh atau Goan Siau, patung dewa dewi dimasukkan ke dalam usungan kio yang akan dibawa dalam upacara dengan berkeliling kota Manado.

Patung dewa dan dewi di kio lengkap dengan bendera
Patung dewa dan dewi di kio lengkap dengan bendera

Patung para dewa dan dewi di kio yang lengkap dengan bendera siap mengikuti upacara Cap Go Meh yang biasanya dilaksanakan pada hari ke lima belas setelah tahun baru China.

Patung dewa dan dewi beserta bendera dan dupa untuk mengikuti upacara Cap Go Meh
Patung dewa dan dewi beserta bendera dan dupa untuk mengikuti upacara Cap Go Meh

Banyak patung dewa dan dewi yang dimasukkan kedalam kio beserta bendera dan dupa untuk mengikuti upacara Cap Go Meh. Patung-patung ini hanya dimasukkan kedalam kio setahun sekali.

Dewa dan dewi dalam bentuk patung yang dimasukkan ke dalam kio ini di ikat dengan kain berwarna hijau serta wana lainnya untuk memastikan bahwa patung-patung ini tidak akan jatuh atau terlepas dari kio.

Kio dari kayu China yang berat siap untuk mengikuti upacara Cap Go Meh
Kio dari kayu China yang berat siap untuk mengikuti upacara Cap Go Meh

Kio ini terbuat dari kayu China yang kuat dan berat. Banyak detil yang diukir di empat sisi kio ini. Warna kio terdiri dari warna coklat dan emas dengan warna merah pada kayu palang pengangkat kio.

Ukiran emas di kio dengan palang merah siap untuk mengikuti upacara Cap Go Meh
Ukiran emas di kio dengan palang merah siap untuk mengikuti upacara Cap Go Meh

Ukiran naga emas dan burung emas di kio serta ukiran intrikasi lainnya membuat kio ini kelihan mewah dan megah. Kio ini hanya dikeluarkan dari kelenteng setahun sekali pada saat upacara Cap Go Meh.

Menutupi ipacara Cap Go Meh dengan membawa bendera dan kio masuk kembali ke Kelenteng Kwan Kong Manado
Menutupi ipacara Cap Go Meh dengan membawa bendera dan kio masuk kembali ke Kelenteng Kwan Kong Manado

Acara prosesi Goan Siau atau lebih dikenal sebagai acara Cap Go Meh pada tahun ini jatuh pada hari jumat tanggal 2 Maret 2018.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

PRIVATE JETS ~ HOTELS ~ AIRLINES ~ AIRPORT LOUNGE ~ DESTINATIONS

ELEGANTAFTERNOONTEA.COM

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~